Thursday, 16 February 2017

Tata Cara Pembuatan Laporan Elektronika




LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
TAHUN PELAJARAN 2011/2012


MERAKIT POWER SUPPLY









                                                          Disusun Oleh



                                     Nama                            : Ifan  Haryadi
                                     Nomor Induk Siswa     : 9946070191
                                     Program Keahlian        : Teknik Elektronika
                                     Bidang keahlian           : Teknologi dan Rekayasa







     
SMK NEGERI 1 BABAT SUPAT
Jalan Palembang-Jambi KM 102 Desa Sukamaju Kec. Babat Supat
2011




LEMBAR PENGESAHAN



MERAKIT POWER SUPPLY



Oleh    : Ifan Haryadi



KA.komp.keahlian Audio Video
Guru Pembimbing



Alamsyah,S.kom,M.kom
NIP. 19831121 200902 1 004



Ria Febriana. S.Pd
NIP. 19860313 200902 2 007













Menyetujui :

Kepala SMK NEGERI 1 BABAT SUPAT




Drs. Sagiman
NIP. 1964050 198903 1011






LEMBAR PENGESAHAN



MERAKIT POWER SUPPLY



                                         Oleh :   Ifan Haryadi




Pimpinan,Kebangkan Service.

Pembimbing Industri


Agustinus


Jauhari













Ketua Koordinator PSG



Nelly Wardani SP.
NIP. 19810516 200902 2005


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkah dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan di Kebangkan Service
            Laporan ini penulis buat berdasarkan pengalaman yang penulis dapatkan selama penulis prakrin di Kebangkan Service Elektronik tersebut selama dua bulan periode 28 Juni – 28 Agustus 2011.
            Laporan ini dapat terselesaikan dengan bantuan berbagai pihak, karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin berterima kasih kepada:

1. Bpk. Drs. Sagiman selaku kepala SMK Negeri 1 Babat Supat.
2. Bpk. Alamsyah, S.kom,M.kom, selaku ketua kompetensi keahlian tehnik Audio Video.
3. Ibu.  Ria Febriana, selaku pembimbing di SMK Negeri 1 Babat Supat.
4. Bpk. Jauhari, selaku pembimbing di dunia industri.
5. Bapak dan Ibu Guru SMKN 1 Babat Supat yang telah memberikan bimbingan.
6. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan baik materi dan moril.
7. Seluruh teman teman di SMKN1 Babat Supat.
8. Semua pihak yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu yang senantiasa selalu membantu baik moril maupun materi, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini hingga selesai.
   Penulis meengakui bahwa laporan ini jauh dari sempurna,dengan dasar ini penulis mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun.
   Semoga laporan ini berguna, khususnya untuk penyusun dan masyarakat pada umumnya.




Babat Supat,20 agustus 2011




Ifan Haryadi


















MOTTO

jadilah yang terbaik dari yang terbaik Tetap senyum,menghormati kedua orangtua,semangat mencari ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin serta selalu berusaha dan berdoa pada Allah Swt,Niscaya kelak akan sukses’’










































DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL………………………………………………………………… .i
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………. .ii
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………… .iii
KATA PENGANTAR………………………………………………………………. iv
MOTTO……………………………………………………………………………….v
DAFTAR ISI………………………………………………………………………....vi
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………..vii

BAB 1    PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang…………………………………………………………….........1
1.2        Tujuan dan Manfaat PSG………………………………………………….........2
1.2.1.  Tujuan PSG………………………………………………………...........2
         1.2.2 . Manfaat  PSG……………………………………………………............2
1.3        Waktu dan Tempat Pelaksanaan…………………………………………..........2
1.3.1. Waktu Pelaksanaan………………………………………………............2         1.3.2. Tempat Pelaksanaan………………………………………………...........2

BAB II   KEGIATAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
2.1      Sejarah Kebangkan Service Elektronik…………………………………...........3
2.2      Struktur Organisasi……………………………………………………..............4
2.3      Tugas dan Wewenang………………………………………………….............4
       2.3.1  Tugas…………………………………………………………….............4
       2.3.2  Wewenang………………………………………………………............4
 2.4   Kegiatan di Tempat PSG………………………………………………............4

BAB III   MERAKIT POWER SUPPLY
3.1        Alat dan Bahan yang dibutuhkan …………………………………….............7
3.2        Keselamatan Kerja……………………………………………………............9
3.3        Perakitan Power Supply………………………………………………............10
3.4        Hasil Pengujian dan Pengukuran Power supply………………………………………...................................................14

BAB IV   KESIMPULAN DAN SARAN
4.1      Kesimpulan……………………………………………………………............15
4.2      Saran…………………………………………………………………..............15

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................
LAMPIRAN…………………………………………………………………..........






DAFTAR  GAMBAR



Gambar 2.1 Struktur Organisasi…………………………………………………...4
Gambar 3.1 Alat yang digunakan untuk perakitan………………………………...7
Gambar 3.2 Kelengkapan kabel konektor…………………………………………8
Gambar 3.3 Kotak Power Supply……………………………………………….....8
Gambar 3.4 Bahan yang digunakan untk perakitan………………………………..9
Gambar 3.5 Papan rangkaian PCB………………………………………………..10
Gambar 3.6 Pemasangan ELCO ( elektrolit kodensator )………………………...10
Gambar 3.7 Pemasangan Resistor………………………………………………...11
Gambar 3.8 Pemasangan Dioda Silikon…………………………………………..11
Gambar 3.9 Selesai pemasangan komponen……………………………………...11
Gambar 3.10 Penyolderan komponen…………………………………………….12
Gambar 3.11 Komponen yang sudah disolder……………………………………12
Gambar 3.12 Pemasangan kabel konektor………………………………………..12
Gambar 3.13 Trafo CT……………………………………………………………13
Gambar 3.14 Memasukkan Trafo dan Papan PCB kekotak……………………....13
Gambar 3.15 Memasang tutup kotak dengan baut………………………………..13































BAB I
PENDAHULUAN

1.1  latar Belakang masalah
Perlu disadari mengapa siswa SMK masih belum bisa langsung bekerja didunia industri, hampir setiap dunia indusri merekrut tenaga kerja lulusan SMK masih menerapkan pendidikan dan pelatihan, bagi yang telah lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 3 bulan.Hal ini menunjukkan behwa lulusan SMK belum diakui oleh pihak usaha/industri.
      Jika dikaji secara seksama,kita tidak dapat menyalahkan pihak dunia usaha/industri. Memang pada kenyataannya masih banyak SMK yang minim peralatan praktik.Sehingga siswa SMK yang harusnya porsi pembelajaran praktiknya ideal 70% hanya dapat dilaksanakan 30% saja.Bahkan ada beberapa siswa SMK yang tidak mempunyai alat praktik, dalam pelaksanaan siswa SMK hanya mempelajari teori tanpa praktik secara langsung, sehingga membuat siswa/siswi malas belajar karena hanya belajar teori saja.
      Meskipun peralatan praktik memadai, belum tentu peralatan tersebut sesuai dengan standar industri yang serba otomatis, karena peralatan di SMK masih manual, sehingga pelaksanaan praktik hanya sekedar mengenal peralatan yang ada dan kurang memperhatikan kebutuhan dunia usaha/industri.Pembelajaran teknik kejuruan disekolah biar pun sudah lengkap dan modern, pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan situsasi peniruan karena bukan situasi sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk mampu memberikan keahlian sebagaimana mestinya.
      Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat Pendidikan Menengah kejuruan mengenai pola penyelenggaraan Pendidikan di SMK belum menghasilkan tamatan sesuai harapan.Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja profesional untuk dunia usaha / industri.
      Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan tekhnik bekerja dapat dipelajari di sekolah, namun untuk kiat praktik adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan inernalisasi. Kiat praktik menjadi faktor utama penentuan kadar keahlian profesional seseorang, hanya dapat dikuasai dengan cara mengerjakan dalam bidang profesi itu sendiri. Karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian profesional berdasarkan jumlah pengalaman kerja.
      Dengan demikian, penulis tertarik untuk melakukan perakitan sebuah alat yang berfungsi pengubah arus AC ke arus DC, yaitu power supply. Dalam perakitan sebenarnya tidak mengalami banyak kesulitan, hanya saja ada beberapa hal yang harus di perhatikan, yaitu keahlian, ketelitian, dan kreativitas dalam hal perakitan. Meskipun masih ada kekurangan baik di alat dan bahan yang masih manual masih belum memenuhi standar industri yang diharapkan seperti pada wacana diatas. Tapi, tidak menjadi halangan bagi penulis untuk menyelesaikan perakitan dengan hasil akhir yang baik.








 PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah
          Perlu disadari bahwa lulusan SMK saat ini belum dapat diserap langsung oleh pihak industri,secara kasat mata hampir setiap dunia industri merekrut tenaga kerja lulusan SMK masih menerapkan Pendidikan dan Pelatihan bagi yang telah lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 3 bulan.hal ini menunjukkan bahwa lulusan SMK belum diakui oleh pihak dunia usaha/industri.
         Jika dikaji secara seksama,kita tidak dapat menyalahkan pihak dunia usaha/industri.memang pada kenyataannya masih banyak SMK minim peralatan praktik.sehingga peserta diklat yang harusnya porsi pembelajaran praktik idealnya 70% hanya dapat dilaksanakan 30% saja.bahkan ada beberapa siswa SMK  yang tidak mempunyai peralatan praktik,dalam pelaksanaan peserta diklat hanya mempelajari teori tanpa praktek secara langsung.
        Meskipun peralatan praktik memadai,belum tentu peralatan tersebut sesuai dengan standar industri yang serba otomatis sedangkan peralatan di SMK-SMK masih manual.sehingga pelaksanaan praktik hanya sekedar  mengenal peralatan yang ada,kurang memperhatikan kebutuhan dunia industri/usaha.
        Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan,pola penyelenggaaraan di SMK belum menghasilkan tamatan sesuai harapan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja profesional untuk dunia usaha/industri.
        Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan teknik bekerja dapat dipelajari di sekolah,
Namun untuk kiat adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi.
        Untuk kiat yang menjadi faktor utama penentu kadar keahlian professional  seseorang,
Hanya dapat dikuasai dengan cara mengerjakan pekerjaan dalam bidang profesi itu sendiri.
Karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian professional  berdasarkan jumlah pengalaman kerja.
        Mata diklat praktik kejuruan di sekolah biar pun lengkap dan modern,pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan situasi peniruan,karena bukan situasi sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk  mampu memberikan keahlian sebagai mana diharapkan.
        Dan juga pelaksanaan praktik sangat  jarang dilakukan disekolah sehingga  membuat siswa/siswi malas belajar, karena jenuh hanya diajarkan teori saja.
        Melihat  kenyataan  diatas,Dikmenjur  menetapkan  strategi  operasional  yang  berdasarkan  kepada  kebijakan “Link  and  Match”  (kesesuaian  dan  kesepadanan ) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda. Peleksanaan sesuai  dengan ketentuan-ketentuan yang  tertuang  dalam  Undang-undang  No 2  tahun  1989  tentang  system Pendidikan  Nasional,PP  Nomor  20 tahun  1990 tentang Pendidikan menengah, PP Nomor  39 1992 tentang  Perran serta Masyarakat  dalam Pendidikan Nasional, Kepmendikbud  Nomor  080/U/1992  tentang   Sekolah Menengah Kejuruan  dan Kepmendikbud  Nomor  080/U/1993 tentang Kurikulum SMK.

1.2. Tujuan dan Manfaat PSG

1.2.1          Tujuan PSG
a.       Untuk menerapkan ilmu dari sekolah di DUDI (dunia usaha/dunia industri).
b.      Dapat  membuat  lapangan pekerjaan.
c.       Menyelesaikan  tugas  di  SMKN 1 Babat-Supat.
d.      Agar  kami  lebih  memahami  hasil  yang  kami  buat.
                   
1.2.2          Manfaat PSG
a.       Memahami   pentingnya   Pendidikan.
b.      Memahami  teknik reparasi.
c.       Memahami  Negosiasi  DUDI.
d.      Mengerti  Dunia  Usaha  di luar.
e.      Dapat  menerapkan  teori  yang ada  disekolah.

1.3. Waktu  dan  Pelaksanaan
Ada  pun  pelaksanaan  untuk  melaksanakan  Pendidikan  Sistem Ganda  (PSG).

1.3.1  Waktu Pelaksanaan
Mulai  tanggal  28 Juni  s/d  28  Agustus  2011
1.3.2  Tempat Pelaksanaan
Bertempat  di Kebangkan  Service 
Elektonik  Jalan  selamet  Riady 11 ilir  No.165  kota  Palembang.












BAB II
PENDIDIKAN  SISTEM  GANDA  (PSG)
2.1 Sejarah  Kebangkan  Service  Elektronik

Kebangkan  Service  Elektronik  didirikan pada tahun  1986 oleh Bapak  Awei,Sudah  lebih  dari  25 tahun  Kebangkan  Servis  Elektronik  berdiri  hingga  sekarang  masih tetap bertahan.seiring berjalannya perkembangan teknologi yang semakin pesat di bidang elektronika saat ini.
Pendiri  Kebangkan  Service Elektronik  yaitu,Bapak  Awei  adalah  kakak  dari  pemilik  Titi  Service  Elektronik  Bapak  Gunadi, dulu  keduanya  pernah  bekerja  sama  namun  pada tahun  1987  Bapak  Gunadi  membuka  usahanya  Titi  Service  Elektronik, selang  beberapa  tahun  berpindah  lokasi  pada tahun  1993 di  Jalan  Segaran  No.3-4, RT  01,09  ilir.
Perjuangan  Bapak  Awei  sudah  dirintis  sejak  ia  lulus  dari  sekolah menengah  umum ,Ia  bekerja  selama  beberapa  tahun  mencari  ilmu  dan  pengalaman , sehingga  ia  dapat  mendirikan  tempat  usaha  yaitu, KEBANGKAN  SERVICE  ELEKTRONIK  di Jalan  Selamet  Riady no 165,tidaklah mudah mencapai semua kesuksesan tanpa adanya usaha dan ini telah di buktikan dengan kegigihan dan kerja keras yang di lakukan beliau.
Beliau mencari ilmu tidak hanya di dalam Negeri bahkan keluar Negeri yaitu singapore dan india,beliau buktikan dengan memberikan beberapa buku dari sana kepada kami untuk di baca sebagai pengetahuan tentang skema rangkaian televisi dan lain sebagainya.
Kebangkan Service Elektronik adalah tempat perbaikan dan penjualan,perbaikan untuk peralatan listrik rumah tangga seperti televisi,kipas angin,setrika,mesin cuci,dll.untuk perbaikan kebangkan memberikan jaminan garansi selama satu bulan membuktikan bahwa kebangkan Service Elektronik bertanggung jawab dengan hasil perbaikan yang mereka lakukan.tapi,garansi hanya berlaku pada kerusakan yang di perbaiki juga tidak boleh melampaui batas waktu yang telah di tentukan.
Untuk penjualan di kebangkan Service Elektronik hanya menjual spare part kipas angin seperti rumah geleng,bosing,besi as,baling kipas dan mesin dinamo.karena bengkel ini hanya memfokuskan pada perbaikan saja.
Kebangkan Service Elektronik juga melayani panggilan pelanggan ke rumah-rumah untuk menggambil barang yang akan di perbaiki,barang tersebut di bawa ke bengkel untuk di perbaiki,kemudian setelah perbaikan akan diantar kembali ke tempat pelanggan,dan pelayanan ini sudah ada sejak lama agar pelanggan tidak harus datang ke bengkel hanya tinggal telpon ke nomor bengkel maka transport kebangkan akan datang ke tempat pelanggan.








2.2. Struktur  Organisasi  Kebangkan  Service  Elektronik
    
                                                              

KEBANGKAN SERVICE
          ELEKTRONIK


  
       PEMIMPIN
        Bapak Awei
            WAKIL
    Bapak Agustinus



 
TEKNISI DINAMO
   Bapak Jauhari


TRANSPORT
 Bapak Nanak

  TEKNISI TV
Bapak Chandra
    Darusman

   Gambar 2.1 Struktur Organisasi


2.3  Tugas dan Wewenang

       2.3.1 Tugas
            Bapak Awei adalah pemimpin di bengkel kebangkan service elektronik, memberikan perintah kepada bawahan untuk melekukan tugas dan tanggung jawab yang telah di berikan secara penuh di bengkel sesuai kemampuan masing-masing,seperti Bapak Agustinus sebagai wakil bertugas jadi teknisi Audio, Bapak Jauhari  teknisi dynamo,Bapak Nanak transport dan teknisi dynamo,Bapak Chandra Darusman  teknisi televisi.

       2.3.2 Wewenang
            Setelah mendapatkan tugas dan tanggung jawab dari pemimpin,setiap staf berwenang melaksanakannya sesuai yang telah di perintahkan.

2.3 Kegiatan di Tempat PSG
          
Adapun  kegiatan  yang  dilaksanakan  di  bengkel  KEBANGKAN SERVICE  ELEKTRONIK  adalah  sbb:

1.        31 juni  2011, mempelajari  skema  televisi  dan  kipas  angin.
2.        01 juli  2011, mempelajari  jenis  kerusakan  pada  televisi.
3.       02  juli  2011, menyolder  dan  mencabut  komponen.
4.       04  juli  2011, mereparasi  kipas  angin  dan  blender.
5.       05  juli  2011, mereparasi  setrika  dan  menembak  CRT  dengan  penembak  elektron.
6.       06  juli  2011, mereparasi  kipas  angin dan  menggulung  lilitan  pada  karen.
7.       07  juli  2011, mereparasi  televisi  mati total.
8.       08  juli  2011, mereparasi  kipas  angin  dan  mengganti  rigi  geleng.
9.       09  juli  2011, menganalisa  prosedur  penggantian  mesin  televisi.
10.   11  juli  2011, mereparasi  kipas angin.
11.   12  juli  2011, mereparasi  kipas angin.
12.   13  juli  2011, menggulung  lilitan kawat  blender.
13.   14  juli  2011, mereparasi  blender.
14.   15  juli  2011, mereparasi  kipas  angin  dan  mesin cuci.
15.   16  juli  2011, mengecek  kerusakan  televisi.
16.   17  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
17.   18  juli  2011, mereparasi  blender  dan  kipas angin.
18.   19  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
19.   20  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
20.   21  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
21.   22  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
22.   23  juli  2011, mereparasi  pompa  air.
23.   25  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
24.   26  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
25.   27  juli  2011, mereparasi  pompa  air.
26.   28  juli  2011, mereparasi  kipas  angin.
27.   29  juli  2011, mereparasi  dispenser  dan  pompa  air.
28.   30  juli  2011,mereparasi kipas angin.
29.    2 agustus 2011,mereparasi kipas angin dan blender.
30.    3 agustus 2011,mereparasi blender melilit kumparan.
31.    4 agustus 2011,mereparasi kipas angin dan blender.
32.    5 agustus 2011,mereparasi pompa air.
33.    6 agustus 2011,mereparasi kipas angin.
34.    8 agustus 2011,mereparasi kipas angin mengganti mesin dinamo.
35.    9 agustus 2011,mereparasi baking pan.
36.    10 agustus 2011,mereparasi pompa air.
37.    11  agustus 2011,mereparasi kipas angin.
38.    12 agustus 2011,mereparasi kipas angin.
39.    13 agustus 2011,mereparasi mixer.
40.    15 agustus 2011,mereparasi dispenser.
41.    16 agustus 2011,mereparasi pompa air.
42.    18 agustus 2011,mereparasi kipas angin.
43.    19 agustus 2011,mereparasi kipas angin.
       


                 


DOKUMENTASI

040720111140.jpgBapak jauhari(pembimbing)
Nuraini(PPSG)
Hadi sutomo(PPSG)
Ifan Haryadi (PPSG)
 Berbagai kegiatan telah banyak dilakukan di kebangkan,seperti menggulung lilitan kipas angin dan lain sebagainya,banyak pelajaran yang kami dapatkan walau belum seberapa tetapi masih banyak waktu untuk menggali ilmu sebanyak mungkin,kami sangat berterima kasih kepada semua staf kebangkan service yang telah memberikakan bimbingan pada kami selama kami menjalani pendidikan sistem ganda (PSG) di kota palembang,mulai dari awal hingga selesai pelaksanaan PSG.