LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
MERAKIT POWER SUPPLY

Disusun Oleh
Nama : Ifan Haryadi
Nomor
Induk Siswa : 9946070191
Program
Keahlian : Teknik Elektronika
Bidang
keahlian : Teknologi dan
Rekayasa
SMK NEGERI 1 BABAT SUPAT
Jalan Palembang-Jambi KM 102 Desa Sukamaju Kec. Babat Supat
2011
LEMBAR PENGESAHAN
MERAKIT POWER SUPPLY
Oleh : Ifan Haryadi
KA.komp.keahlian Audio Video
|
Guru Pembimbing
|
Alamsyah,S.kom,M.kom
NIP. 19831121 200902
1 004
|
Ria Febriana. S.Pd
NIP. 19860313
200902 2 007
|
Menyetujui :
Kepala SMK NEGERI 1
BABAT SUPAT
Drs. Sagiman
NIP. 1964050 198903
1011
LEMBAR PENGESAHAN
MERAKIT POWER SUPPLY
Oleh : Ifan Haryadi
|
Ketua Koordinator PSG
Nelly Wardani SP.
NIP. 19810516 200902
2005
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT karena atas berkah dan karunianya sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan di Kebangkan Service
Laporan ini
penulis buat berdasarkan pengalaman yang penulis dapatkan selama penulis
prakrin di Kebangkan Service Elektronik tersebut selama dua bulan periode 28
Juni – 28 Agustus 2011.
Laporan ini
dapat terselesaikan dengan bantuan berbagai pihak, karena itu dalam kesempatan
ini penulis ingin berterima kasih kepada:
1. Bpk. Drs. Sagiman selaku kepala SMK Negeri 1 Babat Supat.
2. Bpk. Alamsyah, S.kom,M.kom, selaku ketua kompetensi
keahlian tehnik Audio Video.
3. Ibu. Ria Febriana,
selaku pembimbing di SMK Negeri 1 Babat Supat.
4. Bpk. Jauhari, selaku pembimbing di dunia industri.
5. Bapak dan Ibu Guru SMKN 1 Babat Supat yang telah
memberikan bimbingan.
6. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan
baik materi dan moril.
7. Seluruh teman teman di SMKN1 Babat Supat.
8. Semua pihak yang penulis tidak dapat sebutkan satu
persatu yang senantiasa selalu membantu baik moril maupun materi, sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan ini hingga selesai.
Penulis meengakui bahwa
laporan ini jauh dari sempurna,dengan dasar ini penulis mohon kritik dan saran
yang sifatnya membangun.
Semoga laporan ini
berguna, khususnya untuk penyusun dan masyarakat pada umumnya.
Babat Supat,20
agustus 2011
Ifan Haryadi
MOTTO
“jadilah yang
terbaik dari yang terbaik Tetap senyum,menghormati kedua orangtua,semangat
mencari ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin serta selalu berusaha dan berdoa
pada Allah Swt,Niscaya kelak akan sukses’’
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………… .i
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………. .ii
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………… .iii
KATA PENGANTAR………………………………………………………………. iv
MOTTO……………………………………………………………………………….v
DAFTAR ISI………………………………………………………………………....vi
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………..vii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang…………………………………………………………….........1
1.2
Tujuan dan Manfaat PSG………………………………………………….........2
1.2.1. Tujuan PSG………………………………………………………...........2
1.2.2 .
Manfaat PSG……………………………………………………............2
1.3
Waktu dan Tempat Pelaksanaan…………………………………………..........2
1.3.1. Waktu
Pelaksanaan………………………………………………............2 1.3.2. Tempat Pelaksanaan………………………………………………...........2
BAB II KEGIATAN
PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
2.1 Sejarah
Kebangkan Service Elektronik…………………………………...........3
2.2 Struktur
Organisasi……………………………………………………..............4
2.3 Tugas
dan Wewenang………………………………………………….............4
2.3.1
Tugas…………………………………………………………….............4
2.3.2
Wewenang………………………………………………………............4
2.4 Kegiatan di Tempat PSG………………………………………………............4
BAB III MERAKIT
POWER SUPPLY
3.1
Alat dan Bahan yang dibutuhkan …………………………………….............7
3.2
Keselamatan Kerja……………………………………………………............9
3.3
Perakitan Power Supply………………………………………………............10
3.4
Hasil Pengujian dan Pengukuran Power supply………………………………………...................................................14
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan……………………………………………………………............15
4.2 Saran…………………………………………………………………..............15
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................
LAMPIRAN…………………………………………………………………..........
DAFTAR
GAMBAR
Gambar 2.1
Struktur Organisasi…………………………………………………...4
Gambar 3.1 Alat
yang digunakan untuk perakitan………………………………...7
Gambar 3.2
Kelengkapan kabel konektor…………………………………………8
Gambar 3.3
Kotak Power Supply……………………………………………….....8
Gambar 3.4 Bahan
yang digunakan untk perakitan………………………………..9
Gambar 3.5
Papan rangkaian PCB………………………………………………..10
Gambar 3.6
Pemasangan ELCO ( elektrolit kodensator )………………………...10
Gambar 3.7
Pemasangan Resistor………………………………………………...11
Gambar 3.8
Pemasangan Dioda Silikon…………………………………………..11
Gambar 3.9
Selesai pemasangan komponen……………………………………...11
Gambar 3.10
Penyolderan komponen…………………………………………….12
Gambar 3.11
Komponen yang sudah disolder……………………………………12
Gambar 3.12
Pemasangan kabel konektor………………………………………..12
Gambar 3.13 Trafo CT……………………………………………………………13
Gambar 3.14
Memasukkan Trafo dan Papan PCB kekotak……………………....13
Gambar 3.15
Memasang tutup kotak dengan baut………………………………..13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar Belakang masalah
Perlu disadari mengapa siswa SMK masih belum bisa
langsung bekerja didunia industri, hampir setiap dunia indusri merekrut tenaga
kerja lulusan SMK masih menerapkan pendidikan dan pelatihan, bagi yang telah
lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 3 bulan.Hal ini menunjukkan behwa
lulusan SMK belum diakui oleh pihak usaha/industri.
Jika dikaji secara seksama,kita tidak
dapat menyalahkan pihak dunia usaha/industri. Memang pada kenyataannya masih
banyak SMK yang minim peralatan praktik.Sehingga siswa SMK yang harusnya porsi
pembelajaran praktiknya ideal 70% hanya dapat dilaksanakan 30% saja.Bahkan ada
beberapa siswa SMK yang tidak mempunyai alat praktik, dalam pelaksanaan siswa
SMK hanya mempelajari teori tanpa praktik secara langsung, sehingga membuat
siswa/siswi malas belajar karena hanya belajar teori saja.
Meskipun peralatan praktik memadai, belum
tentu peralatan tersebut sesuai dengan standar industri yang serba otomatis,
karena peralatan di SMK masih manual, sehingga pelaksanaan praktik hanya
sekedar mengenal peralatan yang ada dan kurang memperhatikan kebutuhan dunia
usaha/industri.Pembelajaran teknik kejuruan disekolah biar pun sudah lengkap
dan modern, pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan situsasi peniruan
karena bukan situasi sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk mampu
memberikan keahlian sebagaimana mestinya.
Sesuai dengan hasil pengamatan dan
penelitian Direktorat Pendidikan Menengah kejuruan mengenai pola
penyelenggaraan Pendidikan di SMK belum menghasilkan tamatan sesuai harapan.Hal
tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk
menghasilkan tenaga kerja profesional
untuk dunia usaha / industri.
Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan
tekhnik bekerja dapat dipelajari di sekolah, namun untuk kiat praktik adalah sesuatu
yang tidak dapat diajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan
inernalisasi. Kiat praktik menjadi faktor utama penentuan kadar keahlian profesional seseorang, hanya dapat
dikuasai dengan cara mengerjakan dalam bidang profesi itu sendiri. Karena
itulah tumbuh suatu aturan keahlian
profesional berdasarkan jumlah pengalaman kerja.
Dengan demikian, penulis tertarik untuk
melakukan perakitan sebuah alat yang berfungsi pengubah arus AC ke arus DC,
yaitu power supply. Dalam perakitan sebenarnya tidak mengalami banyak
kesulitan, hanya saja ada beberapa hal yang harus di perhatikan, yaitu
keahlian, ketelitian, dan kreativitas dalam hal perakitan. Meskipun masih ada
kekurangan baik di alat dan bahan yang masih manual masih belum memenuhi
standar industri yang diharapkan seperti pada wacana diatas. Tapi, tidak
menjadi halangan bagi penulis untuk menyelesaikan perakitan dengan hasil akhir
yang baik.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Perlu
disadari bahwa lulusan SMK saat ini belum dapat diserap langsung oleh pihak
industri,secara kasat mata hampir setiap dunia industri merekrut tenaga kerja
lulusan SMK masih menerapkan Pendidikan dan Pelatihan bagi yang telah
lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 3 bulan.hal ini menunjukkan bahwa lulusan
SMK belum diakui oleh pihak dunia usaha/industri.
Jika dikaji
secara seksama,kita tidak dapat menyalahkan pihak dunia usaha/industri.memang
pada kenyataannya masih banyak SMK minim peralatan praktik.sehingga peserta
diklat yang harusnya porsi pembelajaran praktik idealnya 70% hanya dapat
dilaksanakan 30% saja.bahkan ada beberapa siswa SMK yang tidak mempunyai peralatan praktik,dalam
pelaksanaan peserta diklat hanya mempelajari teori tanpa praktek secara
langsung.
Meskipun
peralatan praktik memadai,belum tentu peralatan tersebut sesuai dengan standar
industri yang serba otomatis sedangkan peralatan di SMK-SMK masih
manual.sehingga pelaksanaan praktik hanya sekedar mengenal peralatan yang ada,kurang
memperhatikan kebutuhan dunia industri/usaha.
Sesuai dengan
hasil pengamatan dan penelitian Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan,pola
penyelenggaaraan di SMK belum menghasilkan tamatan sesuai harapan. Hal tersebut
dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan
tenaga kerja profesional untuk dunia usaha/industri.
Penggunaan
unsur ilmu pengetahuan dan teknik bekerja dapat dipelajari di sekolah,
Namun untuk kiat adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan
tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi.
Untuk kiat
yang menjadi faktor utama penentu kadar keahlian professional seseorang,
Hanya dapat dikuasai dengan cara mengerjakan pekerjaan
dalam bidang profesi itu sendiri.
Karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian professional berdasarkan jumlah pengalaman kerja.
Mata diklat
praktik kejuruan di sekolah biar pun lengkap dan modern,pada dasarnya hanya
mampu menyajikan proses dan situasi peniruan,karena bukan situasi sesungguhnya,
oleh karena itu sulit diharapkan untuk mampu
memberikan keahlian sebagai mana diharapkan.
Dan juga
pelaksanaan praktik sangat jarang
dilakukan disekolah sehingga membuat
siswa/siswi malas belajar, karena jenuh hanya diajarkan teori saja.
Melihat kenyataan
diatas,Dikmenjur menetapkan strategi
operasional yang berdasarkan
kepada kebijakan “Link
and Match” (kesesuaian
dan kesepadanan ) Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan dalam model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda.
Peleksanaan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam
Undang-undang No 2 tahun
1989 tentang system Pendidikan Nasional,PP
Nomor 20 tahun 1990 tentang Pendidikan menengah, PP
Nomor 39 1992 tentang Perran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional, Kepmendikbud Nomor
080/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan Kepmendikbud Nomor
080/U/1993 tentang Kurikulum SMK.
1.2.
Tujuan dan Manfaat PSG
1.2.1
Tujuan PSG
a. Untuk menerapkan ilmu dari sekolah di DUDI (dunia usaha/dunia
industri).
b. Dapat membuat lapangan pekerjaan.
c. Menyelesaikan tugas di
SMKN 1 Babat-Supat.
d. Agar kami lebih
memahami hasil yang
kami buat.
1.2.2
Manfaat PSG
a. Memahami pentingnya Pendidikan.
b. Memahami teknik reparasi.
c. Memahami Negosiasi DUDI.
d. Mengerti Dunia Usaha
di luar.
e. Dapat menerapkan teori
yang ada disekolah.
1.3. Waktu dan
Pelaksanaan
Ada
pun pelaksanaan untuk
melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda
(PSG).
1.3.1 Waktu Pelaksanaan
Mulai tanggal
28 Juni s/d 28
Agustus 2011
1.3.2 Tempat Pelaksanaan
Bertempat di Kebangkan
Service
Elektonik Jalan
selamet Riady 11 ilir No.165
kota
Palembang.
BAB II
PENDIDIKAN SISTEM
GANDA (PSG)
2.1 Sejarah Kebangkan
Service Elektronik
Kebangkan
Service Elektronik didirikan pada tahun 1986 oleh Bapak Awei,Sudah
lebih dari 25 tahun
Kebangkan Servis Elektronik
berdiri hingga sekarang
masih tetap bertahan.seiring berjalannya perkembangan teknologi yang
semakin pesat di bidang elektronika saat ini.
Pendiri
Kebangkan Service Elektronik yaitu,Bapak
Awei adalah kakak
dari pemilik Titi
Service Elektronik Bapak
Gunadi, dulu keduanya pernah
bekerja sama namun
pada tahun 1987 Bapak
Gunadi membuka usahanya
Titi Service Elektronik, selang beberapa
tahun berpindah lokasi
pada tahun 1993 di Jalan
Segaran No.3-4, RT 01,09
ilir.
Perjuangan
Bapak Awei sudah
dirintis sejak ia
lulus dari sekolah menengah umum ,Ia
bekerja selama beberapa
tahun mencari ilmu
dan pengalaman , sehingga ia
dapat mendirikan tempat
usaha yaitu, KEBANGKAN SERVICE
ELEKTRONIK di Jalan Selamet
Riady no 165,tidaklah mudah mencapai semua kesuksesan tanpa adanya usaha
dan ini telah di buktikan dengan kegigihan dan kerja keras yang di lakukan
beliau.
Beliau mencari ilmu tidak hanya di dalam
Negeri bahkan keluar Negeri yaitu singapore dan india,beliau buktikan dengan
memberikan beberapa buku dari sana kepada kami untuk di baca sebagai
pengetahuan tentang skema rangkaian televisi dan lain sebagainya.
Kebangkan Service Elektronik adalah tempat
perbaikan dan penjualan,perbaikan untuk peralatan listrik rumah tangga seperti
televisi,kipas angin,setrika,mesin cuci,dll.untuk perbaikan kebangkan
memberikan jaminan garansi selama satu bulan membuktikan bahwa kebangkan
Service Elektronik bertanggung jawab dengan hasil perbaikan yang mereka
lakukan.tapi,garansi hanya berlaku pada kerusakan yang di perbaiki juga tidak
boleh melampaui batas waktu yang telah di tentukan.
Untuk penjualan di kebangkan Service
Elektronik hanya menjual spare part kipas angin seperti rumah
geleng,bosing,besi as,baling kipas dan mesin dinamo.karena bengkel ini hanya
memfokuskan pada perbaikan saja.
Kebangkan Service Elektronik juga melayani
panggilan pelanggan ke rumah-rumah untuk menggambil barang yang akan di perbaiki,barang
tersebut di bawa ke bengkel untuk di perbaiki,kemudian setelah perbaikan akan
diantar kembali ke tempat pelanggan,dan pelayanan ini sudah ada sejak lama agar
pelanggan tidak harus datang ke bengkel hanya tinggal telpon ke nomor bengkel
maka transport kebangkan akan datang ke tempat pelanggan.
2.2. Struktur Organisasi
Kebangkan Service Elektronik
KEBANGKAN SERVICE
ELEKTRONIK
|


PEMIMPIN
Bapak Awei
|
WAKIL
Bapak Agustinus
|
TEKNISI DINAMO
Bapak Jauhari
|
TRANSPORT
Bapak Nanak
|
TEKNISI TV
Bapak Chandra
Darusman
|
Gambar 2.1 Struktur Organisasi
2.3 Tugas dan Wewenang
2.3.1 Tugas
Bapak Awei adalah pemimpin di
bengkel kebangkan service elektronik, memberikan perintah kepada bawahan untuk
melekukan tugas dan tanggung jawab yang telah di berikan secara penuh di
bengkel sesuai kemampuan masing-masing,seperti Bapak Agustinus sebagai wakil
bertugas jadi teknisi Audio, Bapak Jauhari
teknisi dynamo,Bapak Nanak transport dan teknisi dynamo,Bapak Chandra
Darusman teknisi televisi.
2.3.2 Wewenang
Setelah
mendapatkan tugas dan tanggung jawab dari pemimpin,setiap staf berwenang
melaksanakannya sesuai yang telah di perintahkan.
2.3 Kegiatan di
Tempat PSG
Adapun kegiatan
yang dilaksanakan di
bengkel KEBANGKAN SERVICE ELEKTRONIK
adalah sbb:
1. 31 juni 2011, mempelajari skema
televisi dan kipas
angin.
2. 01 juli 2011, mempelajari jenis
kerusakan pada televisi.
3. 02 juli 2011, menyolder dan
mencabut komponen.
4. 04 juli 2011, mereparasi kipas
angin dan blender.
5. 05 juli 2011, mereparasi setrika
dan menembak CRT
dengan penembak elektron.
6. 06 juli 2011, mereparasi kipas
angin dan menggulung lilitan
pada karen.
7. 07 juli 2011, mereparasi televisi
mati total.
8. 08 juli 2011, mereparasi kipas
angin dan mengganti
rigi geleng.
9. 09 juli 2011, menganalisa prosedur
penggantian mesin televisi.
10. 11 juli 2011, mereparasi kipas angin.
11. 12 juli 2011, mereparasi kipas angin.
12. 13 juli 2011, menggulung lilitan kawat
blender.
13. 14 juli 2011, mereparasi blender.
14. 15 juli 2011, mereparasi kipas
angin dan mesin cuci.
15. 16 juli 2011, mengecek kerusakan
televisi.
16. 17 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
17. 18 juli 2011, mereparasi blender
dan kipas angin.
18. 19 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
19. 20 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
20. 21 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
21. 22 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
22. 23 juli 2011, mereparasi pompa
air.
23. 25 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
24. 26 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
25. 27 juli 2011, mereparasi pompa
air.
26. 28 juli 2011, mereparasi kipas
angin.
27. 29 juli 2011, mereparasi dispenser
dan pompa air.
28. 30 juli 2011,mereparasi kipas angin.
29. 2 agustus 2011,mereparasi kipas
angin dan blender.
30. 3 agustus 2011,mereparasi
blender melilit kumparan.
31. 4 agustus 2011,mereparasi kipas
angin dan blender.
32. 5 agustus 2011,mereparasi pompa
air.
33. 6 agustus 2011,mereparasi kipas
angin.
34. 8 agustus 2011,mereparasi kipas
angin mengganti mesin dinamo.
35. 9 agustus 2011,mereparasi baking
pan.
36. 10 agustus 2011,mereparasi pompa
air.
37. 11 agustus 2011,mereparasi kipas angin.
38. 12 agustus 2011,mereparasi kipas
angin.
39. 13 agustus 2011,mereparasi
mixer.
40. 15 agustus 2011,mereparasi
dispenser.
41. 16 agustus 2011,mereparasi pompa
air.
42. 18 agustus 2011,mereparasi kipas
angin.
43. 19 agustus 2011,mereparasi kipas
angin.
DOKUMENTASI
Bapak jauhari(pembimbing)
Nuraini(PPSG)
Hadi sutomo(PPSG)
Ifan Haryadi
(PPSG)
Berbagai kegiatan telah banyak dilakukan di
kebangkan,seperti menggulung lilitan kipas angin dan lain sebagainya,banyak
pelajaran yang kami dapatkan walau belum seberapa tetapi masih banyak waktu
untuk menggali ilmu sebanyak mungkin,kami sangat berterima kasih kepada semua
staf kebangkan service yang telah memberikakan bimbingan pada kami selama kami
menjalani pendidikan sistem ganda (PSG) di kota palembang,mulai dari awal hingga
selesai pelaksanaan PSG.